Wall Street terguncang dengan ambruknya bursa saham dan obligasi. Meskipun ada buyback obligasi, tekanan pasar tetap tinggi, terutama dari sektor ritel.
Perusahaan penjinak "bom" kredit macet di China kini menghadapi krisis serupa, menimbulkan kekhawatiran akan besarnya kredit bermasalah yang tersembunyi.
Bursa Efek Indonesia mengapresiasi keputusan FTSE Russell menunda perubahan indeks saham hingga Desember 2026, sambil memantau reformasi transparansi pasar.